Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Alami Infeksi Otak, Balita Asal Sidrap Tak Sadarkan Diri Selama Delapan Hari

INILAHCELEBES.ID, Makassar – Bayi berusia 1 tahun 5 bulan asal kabupaten Sidrap terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, lantaran menderita infeksi pada otaknya yang menyebabkan susah bernapas.

Bayi yang bernama Agung itu, hingga saat ini masih terbaring lemas di ruang UGD RS Wahidin bagian anak. Agung terkena demam tinggi dan sempat tidak sadarkan diri selama delapan hari.

Orangtua Agung, Rasmi mengatakan, sebelumnya empat kakak Agung juga menderita penyakit yang sama dan berakhir meninggal dunia. Diakui Rasmi, anak pertama sampai anak ke empatnya meninggal di usia yang masih belia.

“Saya sendiri sudah dua kali disesar saat melahirkan, pak. Agung adalah harapan saya, pak. Setelah empat kakaknya meninggal semua,” kata Rasmi dengan mata berkaca-kaca, Selasa (16/5).

Founder Komunitas Peduli Anak Yatim dan Fakir Miskin (KPAY FM) Ahmad Yani Dzu Himmah yang menerima informasi penyakit yang diderita Agung, langsung datang menyalurkan bantuan.

“Alhamdulillah KPAY FM Makassar telah melakukan kunjungan dan telah menyalurkan bantuan. Ibu Rasmi yang bekerja serabutan dan suami yang kena stroke membutuhkan bantuan dari kita semua,” kata Yani saat ditemui wartawan di RS Wahidin.

Yani menambahkan, untuk ke depannya pihaknya akan ikut menjaga Agung di RS. Wahidin sampai Agung sembuh total dari penyakitnya. Selain itu ia juga akan membantu prihal administrasi.

“Kalau sudah begini doa dan bantuan uluran tangan kita sangat diharapkan. Untuk membantu saudara-saudara kita seperti yang alami adik kita Agung,” tutur Yani. (*)

Editor: Firman

Silahkan dibagikan

Comments

comments

redaksi

Read Previous

Buka PPMN III, Menag RI Minta Tradisi Nilai Pramuka Harus Dijaga dan Dirawat

Read Next

Dinas Koperasi dan UMKM Wajo Berikan Pemahaman Terkait Kebijakan Pemerintah dalam Pengembangan Koperasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *