Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Mau Bangun Keluarga Sakinah, Ini Resep yang Diberikan Kemenag Sulsel

INILAHCELEBES.ID, Makassar – Suatu masalah akan terasa ringan bila diselesaikan secara bersama. Hal tersebut diungkapkan oleh BKKBN provinsi Sulsel dalam menyikapi dan berusaha menyelesaikan beberapa problematika yang ada di seputar keluarga, perkawinan, dan generasi muda khususnya yang memasuki usia nikah.

Hal itu diutarakan di hadapan peserta Pelatihan Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Calon Pengantin (Catin) bagi Petugas KUA Teladan tahun 2017 yang dilaksanakan di Hotel Denpasar Makassar selama tiga hari (19-23 Mei 2017).

Peserta yang hadir berasal dari 23 KUA di Sulsel yang merupakan KUA teladan di masing-masing kabupaten Kota se-Sulsel.

Kakanwil Kemenag Sulsel Abdul Wahid Thahir yang didaulat menjadi salah satu pemateri utama dalam kesempatan tersebut mengatakan kalau Sakinah itu mengandung makna tenang, tentram, damai, terhormat, aman, nyaman, merasa dilindungi, dan penuh kasih sayang.

“Dan Keluarga Sakinah berarti keluarga yang semua anggotanya merasakan ketenangan, kedamaian, ketentraman, perlindungan, kebahagiaan, keberkahan dan penghargaan,” jelasnya.

Menurutnya, dalam membangun sebuah keluarga, yang pertama harus dilakukan adalah menyamakan visi dan misi termasuk menyepakati pengaturan keuangan, rencana pendidikan, serta masa depan keluarga.

“Keluarga merupakan pilar utama bagi bangsa kita, karenanya harus kuat dan kokoh. Maka untuk  mengokohkan tegaknya pilar keluarga yang harus dilakukan adalah ciptakan 5 hal, yaitu Komunikasi yang sehat, Transparansi, Kebersamaan, Hindari Perpecahan, dan yang paling utama harus selalu berusaha meningkatkan keimanan,” papar Mantan Kakankemenag Luwu Timur ini.

Contoh sederhana dalam hal komunikasi yang dalam ajaran Islam sudah digambarkan seperti perkataan yang benar, baik, lemah lembut, pantas, efektif, dan perkataan yang mulia dan penuh penghormatan. Dan ini dibangun dari sejak merencanakan menjadi orangtua bahkan suami istri, simpel tapi kadang susah dilakoni.

Abdul Wahid menambahkan, kunci lain untuk mencapai keluarga sakinah bilamana kedua belah pihak baik istri maupun suami tahu menempatkan posisinya dalam melaksanakan hak dan kewajibannya.

Kakanwil juga berbagi resep lain menuju keluarga sakinah, yaitu ungkapkan keinginan, berempati pada pasangan saat bicara, hindari prasangka buruk terhadap pasangan, diskusikan setiap masalah yang ada, bersikaplah terbuka dalam segala hal.

“Ada 6 kebahagiaan yang harus berusaha dicapai dan diwujudkan untuk menuju kepada keluarga sakinah, yaitu kebahagiaan material, seksual, intelektual, spiritual, ideologikal, dan semuanya didedikasikan untuk memperoleh keridhaan ilahi,” pungkas beliau menutup materinya.

(Wardy/Firman)

Silahkan dibagikan

Comments

comments

redaksi

Read Previous

Beranikan Diri Maju di Pilkada, Satrya Madjid Bertekad Jadikan Wajo Sejajar di ASEAN

Read Next

Yuk, Salurkan Bantuan buat Pak Saha, sang Juru Parkir yang Kini Terkena TBC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *