Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Penderita Hidrosefalus Asal Tanasitolo Wajo ini Butuh Uluran Tangan Kita

Nurul, penderita Hidrosifalus yang kini terbaring di kediamannya

INILAHCELEBES.ID, WAJO – Nurul Ariqah Yusriani (9), putri kesayangan dari pasangan Herman dan Susianti yang tinggal di dusun Impa-Impa desa Pakkanna kecamatan Tanasitolo ini tidak bisa menikmati indahnya dunia anak-anak.

Penyakit Hidrosefalus yang diderita Nurul, membuatnya tidak bisa menjalani hari-harinya seperti anak-anak normal lainnya. Sepanjang hari dilaluinya di pembaringan akibat gangguan aliran cairan di dalam otaknya (cairan serebro spinal) yang menyebabkan pembengkakan pada otaknya.

Berbagai upaya telah dilakukan orangtua Nurul agar anak mereka bisa ditangani secara medis, namun hingga kini belum membuahkan hasil. Sebelumnya Nurul pernah dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo Makassar dan juga belum bisa membuat Nurul sembuh.

Kini Nurul hanya dapat dirawat seadanya di rumahnya karena keterbatasan biaya dari orangtuannya.

Hal itu terungkap saat Kapolsek Tanasitolo AKP H Andi Masing bersama anggotanya dan salah seorang rekan Jurnalis Berita Wajo Edi Prekendes melakukan kunjungan dan bersilaturahmi di kediaman Nurul.

“Saya kesini bersama anggota karena adanya laporan dari warga kalau ada anak penderita hidrosepalus di wilayah Tanasitolo. Mudah-mudahan ada donatur mau membantu agar beban penderitaan anak tersebut dapat segera diobati,” ujar Masing.

Melihat kondisi Nurul saat ini, sangat diharapkan adanya uluran tangan dari para dermawan demi membantu meringankan penderitaan Nurul supaya dia bisa sehat dan menikmati keceriaan bersama anak-anak seusianya.

Dengan adanya pemberitaan ini, redaksi INILAHCELEBES.ID juga berharap ada pihak-pihak yang terketuk hatinya untuk memberikan bantuan buat Nurul, baik itu per orangan, organisasi, komunitas, ataupun instansi pemerintah.

Ket: Hidrosefalus (kepala-air, istilah yang berasal dari bahasa Yunani: “hydro” yang berarti air dan “cephalus” yang berarti kepala; sehingga kondisi ini sering dikenal dengan “kepala air”) adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital. (Wikipedia)

(Firman)

Silahkan dibagikan

Comments

comments

redaksi

Read Previous

Tatap Pilkada Wajo 2018, Legislator Muda PPP Kaltara Siap Berkompetisi

Read Next

Warga Pammana Temukan Sosok Mayat Tanpa Identitas di Tepi Sungai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *