Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Ketua Muhammadiyah Wajo Tutup Usia, Begini Kata Kadernya

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wajo periode 2015-2020, H.M. Satar Asy Jaya

INILAHCELEBES.ID, WAJO“Kullu nafsin dzaa i katul maut”, setiap yang bernyawa pasti mengalami kematian.

Ungkapan itupula yang dialami oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wajo periode 2015-2020, H.M. Satar Asy Jaya. Tepat hari Jumat, 13 April 2018 pukul 11.30 WITA, dia menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng Sengkang.

Suasana di rumah duka, jalan Jati Sengkang saat itu nampak ramai oleh pelayat dari kerabat dan dari berbagai kalangan. Beliau dirawat di RSU Lamaddukelleng sejak 7 April 2018.

Politisi enam periode ini adalah seorang konseptor, kuat membaca, dan mempunyai daya ingat dan semangat yang kuat. Beliau juga dikenal sebagai singa podium.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse dalam rilisnya beberapa waktu lalu memberikan ucapan belasungkawa kepada almarhum.

“Semoga amal almarhum diterima baik oleh Allah SWT dan beliau berpulang dalam keadaan husnul khatimah, diampuni segala dosa dan kekhilafannya. Kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan senantiasa dikaruniai kesabaran, ketabahan, serta tawakkal atas cobaan ini,” kata Ambo Asse.

Sementara salah seorang netizen, Ahmad Hadisra dalam akun facebooknya mengatakan, “Selamat jalan ayah, Insya Allah perjuanganmu akan terus berlanjut bersama kami anak-anakmu di keluarga Persyarikatan Muhammadiyah Wajo.

Sementara itu, Ketua Lazis Muhammadiyah Wajo, Sulaeman Nyampa menilai, sosok Satar memiliki komitmen yang sangat luar biasa terhadap Muhammadiyah. Dia lebih mengutamakan kepentingan organisasi/persyarikatan dibandingkan keluarga dan pribadinya.

“Bahkan selama beliau terbaring di rumah sakit, beliau masih sempat menanyakan perkembangan organisasi termasuk Pusat Dakwah Muhammadiyah dan Lazismu,” kata Sulaeman.

Sulaeman menambahkan, satu minggu sebelum terbaring di rumah sakit, Satar sempat memberikan semangat kepada Angkatan Muda Muhammadiyah. Dia mengatakan, Angkatan Muda harus tetap solid dan bersatu untuk melanjutkan perjuangan ini.

“Beliau adalah inspirasi kami,” tutur Sulaeman.

Diketaui, Jenazah Satar telah dimakamkan di tempat peristirahatan terakhirnya di Bulu Bellang, Sabtu (14/4/2018) yang lalu. (Abs)

Editor: Fhyr

Silahkan dibagikan

Comments

comments

redaksi

Read Previous

Di Munas IKAKAS, Ini Pesan Kakanwil Kemenag Sulsel

Read Next

Bawaslu Wajo Sosialisasikan Tata Cara Pengajuan Sengketa Pemilu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *