Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

DBD Mewabah di Wajo, Pemerhati Perempuan dan Anak Desak Pemerintah Lakukan Pencegahan

Ilustrasi DBD (foto: int)

INILAHCELEBES.ID, Wajo – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kini menjadi momok menakutkan bagi warga di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pasalnya RSUD Lamadukelleng sudah mencatat 36 pasien terjangkit DBD seorang di antaranya meninggal dunia.

Pemerhati Perempuan dan Anak Wajo, Elviyana Aras mendesak pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo memiliki program kerja dalam pencegahan penyakit DBD, bukan bertindak saat banyak kasus DBD, bahkan sampai merenggut nyawa.

“Saya melihat penyakit DBD merupakan penyakit yang berulang mewabah tanpa ada langkah konkret untuk melakukan pencegahan, instansi terkait terlihat hanya bertindak saat ada kasus DBD yang merenggut nyawa,” katanya.

Terpisah dikonfirmasi Direktur RSUD Lamadukelleng, Andi Sari Dwi Kartika mengatakan, hingga saat ini tercatat sedikitnya 40 warga terkena gejala penyakit DBD dan tengah menjalani perawatan medis.

“Hampir setiap hari kami kedatangan pasien yang terkena gejala DBD dan semuanya masih bisa ditangani dengan baik oleh dokter rumah sakit, hasil pemeriksaan laboratorium, dari 40 pasien, 36 di antaranya dinyatakan positif terjangkit penyakit DBD. Beberapa hari yang lalu ada seorang pasien DBD yang kami tangani meninggal dunia,” tandasnya.

Hingga dirilisnya berita ini, awak media belum berhasil mendapatkan tanggapan terkait mewabahnya penyakit DBD dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo. (Chal)

Editor: Fhyr

Silahkan dibagikan

Comments

comments

redaksi

Read Previous

Jaga Integritas, Pengadilan Negeri Sengkang Benahi Gedung Sidang

Read Next

Dewan Desak Pemerintah Wajo Serius Urusi Kondisi Jalan Poros Wajo-Bone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *