Perkuat Nasionalisme, PMII Wajo Gelar Dialog Kebangsaan

INILAHCELEBES.ID, Wajo – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Wajo menggelar Dialog Kebangsaan di Yusky Homestay, Sengkang, Selasa (24/9/19).

Kegiatan yang bertemakan “Memperkuat Semangat Nasionelisme Generasi Muda dalam Konteks Kebhinnekaan” ini menghadirkan pemateri dari Anggota DPRD Wajo, Komisioner Bawaslu Wajo, dan Tokoh Pendidik.

Anggota DPRD yang hadir, Sudirman Meru, dalam mengawali materinya, meminta kepada PMII, agar tetap mengedepankan pola pikir dan pola zikir dalam menyikapi situasi dan kondisi saat ini yang lagi gencar-gencarnya kegiatan demonstrasi.

“Jangan terlalu mengedepankan emosional. Dalam bertindak, hendaknya didasari oleh pila pikir yang tepat,” ujar legislator PAN ini.

Sudirman Meru menambahkan, sebelum turun ke jalan, mahasiswa dan para aktivis harus memahami kontestasi/permasalahan utama yang ingin diaspirasikan.

“Kami bangga dengan anak-anakku di PMII ini karena selalu bijak dalam menghadapi persoalan. Dalam menyampaikan aspirasi, tidak pernah melakukan hal-hal yang dapat merugikan semua pihak. Mulai sekarang, janganlah berhenti untuk memikirkan bangsa ini,” ujarnya.

Pemateri lainnya, Andi Rahmat Munawar yang juga Budayawan Wajo mengatakan, perjuangan kebangsaan tidak melulu seperti yang ada dalam buku Sejarah Perjuangan Bangsa (SPB).

“Perjuangan para pendahulu harus kita lanjutkan. Mereka telah melahirkan kemerdekaan, hendaknya mari kita berjuang untuk bangsa ini dengan melanjutkannya dengan mengisi kemerdekaan,” kata Andi Rahmat.

Dia juga mengatakan, saat ini masih banyak isu lokal yang harus diperhatikan. Jangan sampai masyarakat hanya sibuk mengurusi isu daerah lain, sementara ada kondisi yang harus diperhatikan di daerah sendiri.

“Organisasi kemahasiswaan bukan hanya penggerak perubahan, yang hanya menerima isu lalu turun ke jalan. Harusnya memproduksi isu, lalu memperjuangkan isu tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Ilham Hasanuddin mengatakan, pada aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar hampir di seluruh Indonesia, para pemuda harus bijak dalam menangkap isu yang sangat liar saat ini.

“Posisi NKRI berada di tengah-tengah konflik global. Konstalasi global sangat mempengaruhi konstalasi lokal. Selain itu, bila dilihat di peta, Indonesia berada dalam garis silang ekonomi dunia. Indonesia memainkan peran penting dalam lalu lintas perekonomian dunia,” paparnya.

Menurutnya, konstalasi global hari ini sangat menentukan masa depan indonesia. Dia mencontohkan konflik Papua yang masih terus berlangsung.

“Banyak akun-akun yang memprovokasi supaya Indonesia memanas. Setelah ditelusuri, IP addressnya ternyata bukan berasal dari Indonesia, tapi dari luar seperti Australia, Cina dararan, Eropa, dan lain-lain,” ungkapnya.

Olehnya itu, dia meminta kader PMII agar cerdas dalam menerima isu di media sosial.

“Jadilah pengguna medsos yang cerdas. Dalam mengawal aspirasi, harusnya kita pandai memilah isu yang ada dan paham dengan isu yang dibawakan,” pungkasnya.

Laporan: Firman

Silahkan dibagikan

Comments

comments

redaksi

Read Previous

DPRD Wajo Dukung Penerapan Produksi Pupuk Hayati di Kabupaten Wajo

Read Next

Tolak Revisi UU, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sambangi Kantor DPRD Wajo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *