Anggota DPRD Wajo Ancam Bawa Massa Tandingan, PMII Wajo: Sedikitpun Kami Tidak Takut!

Anggota DPRD Wajo saat menerima aspirasi dari PMII Cabang Wajo

INILAHCELEBES.ID, Wajo – Ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Wajo menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Wajo. Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Wajo, Andi Hidayatullah menegaskan, aksi yang mereka gelar hari itu merupakan aksi solidaritas yang mengedepankan persuasif dengan cara-cara damai.

“Kami datang membawa amanah rakyat Kabupaten Wajo dengan menggelar aksi damai ini. Kami meminta kepada pihak TNI, Polri, dan DPRD Wajo untuk bersama-sama menjaga suasana agar tetap aman dan damai,” tegas Andi Yaya, Senin (30/9/19) kemarin.

Saat di ruang rapat paripurna DPRD Wajo, Andi Hidayatullah menyampaikan sejumlah tuntutan yang mereka aspirasikan. Di hadapan Anggota DPRD Wajo yang menerima aspirasi, Andi Hidayatullah mempertanyakan sikap DPRD Wajo terkait polemik Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU-KPK).

“Kami ingin meminta penjelasan dari DPRD Wajo terkait penolakannya terhadap RUU-KPK ini. Jangan sampai hanya sekedar ikut-ikutan menolak tanpa mengkaji terlebih dahulu. Kalau seperti itu, kami menganggap DPRD Wajo keliru dalam mengambil kebijakan,” tegas alumni STIH Lamaddukkelleng Sengkang ini.

Silih berganti penerima aspirasi memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang dilontarkan oleh Ketua PC PMII Wajo itu. Ketegangan terjadi saat adu argumen tak dapat dihindari. Bahkan ada Anggota DPRD Wajo tak mampu menahan emosi hingga melontarkan kata-kata yang dianggap kurang layak diucapkan oleh seorang wakil rakyat.

PMII Wajo melakukan aksi damai di DPRD Wajo terkait RUU-KPK dan sejumlah isu lokal lainnya

Salah satunya, Anggota DPRD Wajo dari Partai Demokrat, Irfan Saputra. Diduga tidak mampu adu argumen dengan aspirator, dia mengeluarkan kalimat yang bernada mengancam kepada PMII Wajo.

“Saya ini juga mahasiswa. Saya juga punya massa dan saya bisa bawa kesini juga,” ucapnya.

Merasa diancam, mahasiswa PMII Wajo pun langsung menerima tantangan tersebut.

“Silahkan datangkan kalau anda mau. Jangan coba-coba ancam kami, sedikitpun kami tidak pernah takut,” ujar salah seorang orator, Supris Musyafir.

“Bapak itu Anggota Dewan, bapak ada disini sebagai Wakil Rakyat, bukan sebagai mahasiswa. Tidak selayaknya mengeluarkan kata-kata ancaman seperti itu. Kami datang dengan damai, mari kita adu argumen, bukan malah mengancam kami,” sesal Andi Yaya.

Meski demikian, di akhir penyampaian aspirasi,  Irfan Saputra mengaku khilaf dan menyampaikan permohonan maaf kepada pembawa aspirasi atas ucapannya yang di luar kendali.

Hingga berita ini dimuat, belum ada konfirmasi dari Ketua Partai Demokrat Wajo, Rahman Rahim terkait langkah yang akan ditempuh terkait sikap kadernya itu.

Diketahui, selain menyoal tentang RUU-KPK, PMII Wajo juga membawa sejumlah aspirasi terkait isu lokal, seperti pelayanan PDAM, transparansi dana CSR, pasar modern, kelangkaan gas elpiji 3kg, dan penertiban rumah bernyanyi. Karena keterbatasan waktu, aspirasi akan dilanjutkan Kamis (3/10/19) mendatang.

 

Laporan: Firman

Silahkan dibagikan

Comments

comments

redaksi

Read Previous

Didatangi PMII Wajo, Polres Wajo Sambut dengan Cara Ini!

Read Next

PMII Adukan Pelayanan PDAM Wajo, DPRD Wajo Beri Apresiasi

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *