Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / News / Nasional / Pasca Pertemuan Jokowi dan AJD, Cawapres Jokowi Disinyalir dari Indonesia Timur
Pasang Iklan ta Disini

Pasca Pertemuan Jokowi dan AJD, Cawapres Jokowi Disinyalir dari Indonesia Timur

Andi Jamaro Dulung saat mengadakan pertemuan bersama Presiden RI, Joko Widodo

INILAHCELEBES.ID, Bogor – DR. Andi Jamaro Dulung, (AJD) bertandang ke Istana Bogor, Selasa (10//7/2018) kemarin. Hal itu dilakukan tidak lama setelah AJD menerima kabar dari staf Presiden via telepon.

Di dalam sebuah ruangan, AJD yang juga mantan anggota DPR RI selama dua periode ini diterima Presiden Jokowi. Nampak keduanya terlibat perbincangan intensif. Mereka berbicara layaknya dua tokoh nasional yang memiliki hitungan politik yang matang. Kedua tokoh nasional itu membicarakan sejumlah topik, dari politik hingga merambah pada arah pembangunan bangsa ke depan.

Presiden Jokowi, sepertinya, sengaja meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan AJD, tokoh nasional asal Kabupaten Soppeng, Sulsel ini. Intensitasnya, reputasi AJD diperhitungkan Jokowi. Di kepala Jokowi, ia melihat AJD sebagai  mantan Ketua PBNU dua periode, memiliki ketajaman logika politik. Termasuk  input dan usulannya,  bisa diperhitungkan  pada pemilihan presiden 2019 mendatang.

Sumberitas itu, sejak awal Jokowi, telah memiliki referensi tentang, disain strategi, konstruksi berpikir AJD. Logisnya, tak segampang presiden memanggil seseorang untuk berbincang intensif. Pastinya yang diundang, high reputasi. Dan di mata Presiden Jokowi, terang melihat AJD, salah satu tokoh asal Indonesia Timur, bisa memberi solusi dan way out. Minimal, kehadiran AJD di istana Bogor bisa tampil sebagai “Batu Es” untuk mendinginkan kepala Jokowi yang terus memanas menghadapi Pilpres 2019.

Bagi AJD, pertemuan di Istana dengan Presiden Jokowi, terbilang yang kedua kalinya.  “Pertemuan pertama dan kedua, tetap sama. Masih seputar politik dan kandidat wakil presiden,”   kata Ketua Umum IKA Universitas Negeri Makassar ini.

Andi Jamaro Dulung saat mengadakan pertemuan bersama Presiden RI, Joko Widodo

Pembicaraan lain, kadang merambah pada kondisional pembangunan nasional. Pasca pertemuan dengan presiden, AJD menuturkan, melanjutkan pembangunan di tangan Presiden Jokowi, mejadi penting. Hampir tak ada pilihan lain disitu.  “Pembangunan nasional di tangan Jokowi dua periode, jauh lebih baik,” tegas doktor alumni Universitas Negeri Jakarta.

Saat ditanya, siapa yang mendampingi Jokowi pada Pilpres mendatang? AJD pun tak langsung menjawab. Sedikit berpikir. Di logika  mantan ketua Banser NU itu tahu, “ini wilayah sensitif”.

Tak tahan dengan desakan, siapa calon wakil presiden yang dipilih Jokowi dalam pertarungan Pilpres 2019, akhirnya AJD pun berseloroh, “Pak Jokowi sudah nyaman dengan pasangannya dari salah seorang tokoh dari Indonesia Timur,” ungkapnya.

Bertarung di ranah demokrasi dan politik, bagi Jokowi merasa “nikmat” berpasangan dengan tokoh dari Indonesia bagian Timur. Bukan tanpa alasan. Matematika politik Jokowi, telah menghitung, tokoh asal Indonesia Timur, lebih kuat dukungannya. Alasannya, bagi rakyat Indonesia Timur, jika tokohnya tampil sebagai pemimpin nasional, mereka bersatu untuk mendukung. Tanpa harus melihat dan mempertimbangkan sejumlah perbedaan yang melingkupi. Lain halnya misalnya dengan tokoh yang berasal dari Indonesia bagian barat, seperti Sumatera. Pilihan dan pertimbangannya terlalu banyak.

Konsennya, saat AJD kembali didesak agar menyebut nama tokoh yang dimaksud, mantan ketua Anshor NU itu menutup rapat. “Kan tadi saya sudah bilang, menyebut nama itu wilayah sensitif, broo,” ucapnya dengan nada bercanda.

Banyak yang tak puas dengan jawaban itu. Kemudian tak henti desakan pertanyaan menggalir,  agar mantan Ketua Senat IKIP UP, (sekarang UNM) itu buka mulut. “Yang jelas ciri cirinya, 25% reputasi politiknya. Bukan pengurus partai, juga bukan politikus, 100% mantan pejabat Negara, dan 100% dari tokoh agama,” ujar mantan ketua  PMII tersebut.

Lalu, siapa tokoh asal Indonesia timur yang masuk kriteria? Sangatlah banyak. Yang jelas di saku baju AJD, nama itu tersimpan rapih.

“Tak penting  memikirkan itu,” kata AJD. Yang jelas dalam pertemuan antara AJD dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, sepakat untuk melanjutkan pembangunan nasional. “Sekarang, fokus membangun infrastruktur. Ke depan pembangunan diprioritaskan pada peningkatan SDM, seperti di Pesantren, Gereja, Vihara, Pura, dan Kelenteng,” tuturnya.

Demikian potretnya terseguhkan. Panasnya cuaca politik jelang Pilpres 2019, sungguh telah menyita waktu Presiden Jokowi. Plus ruang politik tanah air, dipenuhi muatan aspirasi. Bagai ruang yang “pengap”, sesak dengan simbol. Mulai hujatan, sindiran hingga hajatan ajungan jempol terbaik. Suasananya, jika tak tahan, dipastikan seorang kandidat presiden, bisa  masuk di ruang ICU, stroke, atau rumah sakit jiwa.

Bagi yang matang di politik, tetap abai dari segala kritikan terutama yang bersifat personal. Mesin penghambat Jokowi, memang sudah dinyalakan, sejak muncul aspirasi bersimbol #2019GantiPresiden. Tapi di mata rakyat Indonesia, simbol tersebut hanya sesaat. Ibarat gong, hanya dibunyikan, nyaring terdengar, tetapi tak memiliki reaksi dan pengaruh bagi pendengarnya.

Buktinya, dukungan terhadap Jokowi untuk melaju sebagai presiden dua periode, tetap saja melesat. Kecepatan dukungan rakyat pada Jokowi, berpacu kencang. Bagai mobil formula satu, (F1) di lintasan sirkuit.

Indikatornya, Jokowi berketetapan untuk maju sebagai calon presiden pada periode berikut. Di pemikiran Jokowi, jabatan presiden satu periode, tidak cukup. Untuk merampungkan dan melanjutkan program Nawacita, butuh 5 tahun lagi di Istana  Negara.

 

Penulis: M. Syahrir

Editor: fhyr

Comments

comments

About redaksi

Check Also

Caleg DPR RI ini Sebut HUT NasDem ke-7 Adalah Tahun Kemenangan

INILAHCELEBES.ID, Wajo – Istri Bupati Wajo terpilih Hj. Sitti Maryam mengucapkan selamat ulang tahun kepada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *